Tidak banyak travel writer yang menulis novel. Ada yang memang tidak mampu, ada juga yang tidak berminat menulis novel. Kebanyakan travel writer menulis tentang tips bagaimana untuk bisa datang ke sebuah tempat, dimana kita bisa makan (kuliner) dan tidur (hotel murah) atau pengalaman pribadinya. Saya adalah travel writer yang senang menulis novel petualangan atau travel novel. Sebetulnya, para traveler atau backpacker yang senang menuliskan catatan perjalanannya, tinggal selangkah lagi memasuki wilayah penulisan novel traveler (travel novel). "Balada Si Roy" adalah jenis travel novel yang saya tulis. Ada 5 lingkah untuk para backpacker yang ingin menulis jenis travel novel:
1. Banyak membaca buku jenis travel novel, seperti karya-karya Karl May (Old Shaterhand dan Winettou), Mark Twain (Petualangna Huck Finn), Jules Verne (Arround the World in Eighty Days), dan tentu karya Gol A Gong (Balada Si Roy dan Bangkok Love Story).
2. Menuliskan secara detail perjalanan Anda di buku harian. Seoran travel writer, selain menuliskan destinasi, tips hunting tiket murah, kuliner, hostel, juga harus memiliki diary (pengalaman pribadi). Ini langkah awal.
3. Imajiner. Setelah pulang ke rumah, mulailah membayangkan tokoh-tokoh imajiner. Catatan diary tadi sudah merupakan alur cerita. Mulailah menggabung-gabungkan puzzle kehidupan Anda, teman-teman di sekolah/kampus.
4. Tokoh dan karakter. Buatlah family treenya. Tokoh dan karakter selalu hitam (antagonis) dan putih (protagonis).
5. Romance. Ya, menyisipkan tema percintaan. Bisa cinta terlarang, cinta segitiga, atau cinta seperti "Cinderella syndrome". Backpacker cewek yang pas-pasan mencintai pemilik restoran di sebuah kota yang disinggahinya. Denan setting kota-kota yang Andakunjungi, pasti novel yang Anda tulis akan menarik hati pembaca.
Silahkan dicoba! (*)
















