Hari kedua di Palu, Minggu 17 Juni 2012, bersama Forum Lingkar Pena Sulteng, menyelenggarakan pelatihan "TE-WE:Travel Writer" di Aula Dikjar, Jl. Setia Budi. Saya senang sekali, karena pesertanya antusias. "Sekitar seratus orang lebih, plus panitia," kata Ari, Ketua Panitia. Pelatihanya saya buat santai dan interaktif. Ada sekitar 20 buku terbitan Gong Publishing saya berikan sebagai hadiah kepada peserta yang bertanya. Saya pancing para peserta agar berani bermimpi melakukan perjalanan. Jika di Gorontalo ada peserta yang sudah ke Italy dan Asean, di Palu baru ada seorang saja yang pernah ke Singapore. Saya juga meminta kepada para peserta untuk menuliskan judul buku perjalanan yang akan dibuat di selembar kertas HVS, tagline bukunya, dan kalimat pembukanya....
Setelah ishoma, panitia mengangkut para peserta ke Taipa Beach, sekitar 15 Km sebelah barat kota Palu. Taipa Beach ini mirip dengan Salira Beach di Serang. Panai ini milik pribadi. Menurut menejernya, "Pantai ini milik pengusaha Palu."
Saya senang berada di Taipa Beach. banyak pohon. Sejuk gterasa, karena angin bertiup lembut. Indah pemandangannya. Di depan saya terbentang teluk Palu dan gugusan bukit-bukit. Andai saja ada banyak waktu, saya bermalam di sini. Ada 2 cottage di sini. Semalam Rp. 500 ribu.
Sebelum peserta workshop menikmati Taipa Beach, saya mengumpulkan mereka dulu. Saya memberi tips, bagaimana mencari angle tulisan yang mudah dan menarik. Mereka mengusulkan; angle tukang sampah, wahana bermain, gazebo, penjual es krim, karaoke.
Di akhir acara, ada doorprize dari panitia. "Hadiahnya ada yang beruntung mendapatkan Handphone!" kata Ari. Wah, senangnya! (*)
















