MY TRAVEL WRITER

Being A Traveller, Being A Writer

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Wisata Hati di SDN 1 Petobo Palu

E-mail Print PDF

Sebelum pulang ke Jakarta pada Senin 18 Juni, penerbangan Batavia Air pukul 14:30 WIT, Kepala Sekolah SDN 1 Petobo Palu mengundang saya untuk datang ke sekolahnya. "Saya ingin anak-anak mengambil semangat Mas Gong," kata Mariko, Kepala Sekolah . Wah, untuk urusan memberi semagnat kepada anak-anak, saya sangat senang. Bagi saya ini juga bisa dikategorikan traveling, berwisata literasi. Maka diantar Ari dan Ikbal, kami berkunjung ke SD Petobo Palu pada Senin, 18 Juni pukul 07:30 WIT. Sekolahnya bagus, termasuk unggulan. Saat saya memasuki aula, subhanallah, ada lebih 200 anak berkumpul.....

 

Saya berpikir keras, apa yang harus saya berikan kepada mereka, ya? Saya tampilkan beberapa slide foto saya sebelum dan sesudah diamputasi. Kata saya, "Siapa yang punya jari tangan 10?" Mereka mengacungkan tanan. Saya melanjutkan, "Siapa yang punya jari tangan 12? Kaki hanya satu? Kedua mata tidak bisa melihat?"

Tanpa saya duga, ada 4 anak mengacungkan tangan. "Kaki kamu satu?" tanya saya. "Bukan saya. Tapi, tetangga saya." Saya bertanya ke anak yang lain, "Kamu kenapa? Buta?" Anak itu menjawab, "Adik saya yang buta."

Saya bercerita, bahwa memiliki tangan satu, tangan dua, kaki satu, kaki dua, bisa melihat atau buta, tetap harus disyukuri. itu pemberian Allah. "Jika kita memiliki tangan dua, kedua tangan kita harus dipergunakan untuk hal yang baik. Jangan dipakai untuk memukul teman kita." Anak-anak tertawa dan ribut. Rupanya ada seorang anak yang gemar memukul. "Dan jika ada teman kita yang tangannya satu seperti Mas Gong, atau buta matana, jangan diledek, ya. Jangan dihina. Coba, siapa yang ingin matanya buta?" Anak-anak menjawab, "Tidaaaaak...!"

Laku giliran menjawab pertanyaan anak-anak tentang bagaimana caranya menulis yang baik dan mudah. Saya bertanya, "Siapa yang sudah pernah naik kereta?" Beberapa anak mengacungkan tangan. Mereka naik kereta saat berlibur di Surabaya, Medan, dan Malang. Saya panggil seorang anak. "Ceritakan perasaan kamu saat naik kereta." Dengan malu-malu si anak bercerita.

Kemudian, saya panggil si anak yang lain. Sebut saja namanya Iswahyudi. Saya bertanya, "Kamu punya sahabat?" Anak itu menjawab, "Punya." Saya meminta dia menceritakan sahabatnya. Tanpa saya duga, anak itu bercerita dengan sangt indah:

"Saya punya teman. Namanya Hanif. Dia baik. Dia tetangga saya. Saya dan Hanif belajar bersama. Saya senang, karena Hanif tidak membeda-bedakan kalau berteman."

Nah, itulah ceritanya.

Bagaimana dengan kita? (*)

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Last Updated on Wednesday, 20 June 2012 19:17  

Translate

Article Listing

Hits

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday670
mod_vvisit_counterYesterday690
mod_vvisit_counterThis week4080
mod_vvisit_counterLast week5476
mod_vvisit_counterThis month17285
mod_vvisit_counterLast month34952
mod_vvisit_counterAll days431442

We have: 78 guests online
Your IP: 23.22.212.158
 , 
Today: May 23, 2013

Advertisement