MY TRAVEL WRITER

Being A Traveller, Being A Writer

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Don't Judge a Traveler by His Rucksack

E-mail Print PDF


Saat membaca buku Daniel Mahendra yang berjudul "Perjalanan ke Atap Dunia" ada sub-bab yang menulis tentang "Don’t Judge a Traveler by His Rucksack". Daniel begitu sayang dengan ransel merek deuter. Saat remaja, saya bukanlah orang berpunya. Membeli ransel atau sepatu gunung, wuih, mimpi belaka. Saya hanya mampu membeli ransel merek entahlah di pasar Jatayu Bandung untuk saya pakai keliling Indonesia pada 1986 - 1988 dan kunamai ia "blue ransel". Saat itu saya hanya bisa menelan air liur ketika melihat parade ransel mahal di toko Jayagiri, Bandung, di depan kantor pos pusat, alun-alun. Saya hanya bisa mengelus-elus ransel mahal itu.


Saat keliling Asia (1990 - 1990), saya mendapat support dari Bambang Butho (Jayagiri) dan Yanto (boss Alpina Bandung) untuk ransel. Warnanya biru muda. Eh, di Kuala Lumpur, saya bertemu dengan pembaca novel "Balada Si Roy". Dia memaksa membeli ransel itu dan meminta saya menandatangani ransel itu dengan inisial "RBH" (Roy Boy Harris, tokoh fiksi di "Balada Si Roy"). Buset! Begitu merasuknya tokoh 'Roy" ke dalam benak si pembaca itu. Dia berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Lalu saya membeli ransel mereknya "North Face" di Nepal. Cukup mahal. Saya sandang ke beberapa negara di Asia. Tapi, setelah menikah, ransel itu dipakai adik iparku. Tapi, saat ada tsunami, ransel itu dilelang untuk penggalangan dana bantuan Tsunami di Aceh, pada 2005.

Kini, saya dan Tias Tatanka akan HONEYMOON ALA BACKPACKER (diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia) pada Maret - Mei 2012 sambil "Road to Makkah" (diterbitkan ZIKRUL HAKIM), sehingga ini akan jadi "Spiritual Journey" (diterbitkan GAGASMEDIA) kami yang paling mengasyikan sambil jadi travel writer untuk Tabloid GAUL milik Gusur Adhikarya. Sejak awal 2011 saa sudah membeli ransel merek EIGER (60 liter). Saya memilih ini selain rasa nasionalisme, cinta produk teman. Nama EIGER cukup macho juga. Sound like "eagle". Tias juga sadar itu, walau tergoda merek deuter atau yang lainnya, akhirnya membeli ransel EIGER 30 liter.

Saya berencana mengadakan kegiatan peluncuran buku TRAVEL WRITER yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia beberapa hari sebelum kami berangkat melakukan petualangan di awal Maret 2012. Para tamu yang akan mengikuti acara launching buku ini dress codenya ala backpacker/petualang dan membawa ransel kebanggaannya masing-masing. Berbagai merek! Silahkan, siapa saja yang mencinta petualangan atau yang senang traveling bisa berkumpul di sini, membincangkan banyak hal. Dan juga menceritakan kisah hidup ransel kebanggaan kita, tanpa perli menilai mereknya, ya! (*)

Mari, saatnya berpetualang!

 

 

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Last Updated on Thursday, 01 March 2012 22:09  

Translate

Article Listing

Hits

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday286
mod_vvisit_counterYesterday893
mod_vvisit_counterThis week1887
mod_vvisit_counterLast week5251
mod_vvisit_counterThis month14384
mod_vvisit_counterLast month34952
mod_vvisit_counterAll days428541

We have: 56 guests online
Your IP: 54.224.79.93
 , 
Today: May 20, 2013

Advertisement